BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penelitian
merupakan suatu kegiatan ilmiah guna menelaah suatu masalah secara sistematis
agar dapat menyelesaikan permasalah tersebut. Sebagai suatu kegiatan yang
sistematis, maka penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang lazim disebut
metode penelitian, yakni suatu cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan
tertentu yang harus rasional, empiris, dan sistematis. Prinsip penelitian
adalah melakukan pengukuran, sehingga perlu alat ukur yang baik. Alat ukur
dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian.
Instrumen-instrumen
tersebut digunakan untuk mengukur variabel. Sebelum digunakan dalam penelitian,
instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya.
Validitas adalah derajat ketepatan suatu
alat ukur (instrumen) untuk mengukur apa yang semestinya diukur. Sedangkan
reliabilitas mengacu pada konsistensi pengukuran, yaitu seberapa stabil skor
tes atau hasil penilaian lainnya dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya.
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data
(mengukur) itu valid. Suatu instrumen yang reliabel artinya instrumen yang jika
digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data
yang konsisten dan stabil. Dengan menggunakan suatu instrumen yang valid dan
reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan valid
dan reliabel.
Instrumen yang reliabel belum tentu valid.
Reliabilitas instrumen adalah syarat untuk pengujian validitas instrumen. Oleh
karena itu, meskipun suatu instrumen yang valid biasanya reliabel namun
peneliti tetap perlu melakukan pengujian reliabilitas. Pada makalah ini,
bahasan yang difokuskan adalah penjelasan tentang uji reliabilitas instrumen.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut
maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
1.
Apa yang dimaksud dengan reliabilitas instrumen penelitian?
2.
Apa saja jenis-jenis reliabilitas dalam pengujian reliabilitas instrumen?
3.
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi besar koefisien reliabilitas?
4.
Bagaimana langkah-langkah pengujian reliabilitas dengan menggunakan aplikasi SPSS?
C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka
tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Mendeskripsikan pengertian reliabilitas instrumen penelitian.
2.
Menjelaskan jenis-jenis reliabilitas dalam pengujian reliabilitas instrumen
3.
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar koefisien reliabilitas.
4.
Menjelaskan langkah-langkah pengujian reliabilitas dengan menggunakan aplikasi
SPSS.
BAB II
PEMBAHASAN
A. REALIBILITAS
1. Pengertian Reliabilitas
Reliabilitas merujuk pada ketepatan
pengukuran. Creswell (2012) menyatakan reliabilitas artinya skor dari suatu instrumen
harus stabil dan konsisten. Sedangkan menurut Sugiyono (2018), suatu instrumen
dikatakan reliabel jika instrumen yang bila digunakan beberapa kali di waktu
yang berbeda untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan skor yang sama. Oleh
karena itu, uji reliabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur
konsistensi suatu alat ukur, agar dapat mengetahui sejauh mana alat ukur
tersebut dapat diandalkan dan dapat menghasilkan data yang konsisten bila
digunakan berulang. Reliabilitas merupakan syarat yang perlu tetapi tidak
memadai untuk menentukan validitas instrumen. Instrumen yang valid umumnya
pasti reliabel, namun instrumen yang reliabel belum tentu validitasnya
(Sugiyono, 2018).
Reliabilitas terkait pula dengan kesalahan
pengukuran. Reliabilitas tinggi menunjukkan kesalahan yang kecil dalam
memeroleh hasil pengukuran. Semakin besar reabilitas suatu instrumen, maka
semakin kecil kesalahan pengukuran, sebaliknya semakin kecil reliabilitas skor,
akan semakin besar hasil kesalahan pengukurannya.
2. Koefisien Reliabilitas
Secara umum, tinggi rendahnya reliabilitas dinyatakan dalam suatu nilai yang disebut koefisien reliabilitas. Reliabilitas I suatu tes pada umumnya diungkapkan secara numerik dalam bentuk koefisien yang besarnya -1,00 £ r £ +1,00. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tes tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu skor rendah maka reliabilitas tes rendah. Jika suatu reliabilitas sempurna, berarti koefisien reliabilitas tersebut +1,00. Harapannya, koefisien reliabilitas bersifat positif. Adapun angka interpretasi koefisien reliabilitas menurut Sugiyono (2018) dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Interpretasi Koefisien Korelasi
|
Interval Koefisien |
Tingkat Hubungan |
|
0,80 – 1,000 |
Sangat Tinggi |
|
0,60 – 0,799 |
Tinggi |
|
0,40 – 0,599 |
Sedang |
|
0,20 – 0,399 |
Rendah |
|
0,00 – 0,199 |
Sangat Rendah |
B. JENIS-JENIS PENGUJIAN RELIABILITAS
Sugiyono (2018) menyatakan pengujian
reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan dua cara baik pengujian eksternal
maupun pengujian internal. Secara eksternal pengujian reliabilitas dapat
dilakukan dengan test-retest (stability), ekuivalen, dan gabungan
kedunya. Sedangkan secara internal, pengujian reliabilitas dapat dilakukan
dengan analisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik
tertentu.
1. Pengujian Eksternal
a.
Test-Retest
Test-retest
adalah pengujian reliabilitas yang diperoleh melalui pemberian tes yang sama
dua kali selama periode waktu tetentu kepada sekelompok individu. Dalam hal ini
instrumennya sama, responden sama, tetapi waktu berbeda. Skor hasil uji pertama
dan hasil uji kedua dapat dikorelasikan untuk mengevaluasi uji stabilitas. Bila
koefisien korelasi positif dan
signifikan maka instrumen telah dinyatakan reliabel. Misalnya sebuah tes
dirancang untuk menilai hasil belajar kognitif peserta didik dalam materi
fluida, tes tersbut dapat diberikan sebanyak dua kali. Tes yang kedua dilakukan
seminggu setelah tes yang pertama dilakukan. Koefisien korelasi yang diperoleh
menunjukkan stabilitas tes. Bila koefisiennya positif dan signifikan maka
instrumen reliabel.
b.
Ekuivalen / Parallel forms / Alternate forms
Ekuivalen adalah pengujian reliabilitas
yang diperoleh melalui pemberian instrumen tes yang isi pertanyaan secara
kata-kata berbeda namun memiliki maksud yang sama. Jadi dalam hal ini ada dua
soal yang paralel, artinya masing-masing soal disusun tersendiri, tingkat
kesukaran sama, jumlah butir soal sama, isi dan bentuk sama, waktu serta
petunjuk menyelesaikan soal juga sama. Pengujian reliabilitas dengan car aini
hanya dilakukan sekali dengan responden sama, waktu sama namun instrumen yang
berbeda. Koefisien reliabilitasnya diperoleh dengan mengkorelasikan kedua hasil
pengukuran tersebut.
c.
Gabungan
Pengujian reliabilitas dengan cara
ini dilakukan dengan menggunakan gabungan kedua cara di atas. Artinya dua
instrumen yang ekuivalen diberikan beberapa kali ke responden yang sama.
Reliabilitas instrumen dilakukan dengan mengkorelasikan kedua instrumen, lalu
dikorelasikan pada pengujian kedua, dan selanjutnya dikorelasikan secara
silang. Hasilnya akan diperoleh enam buah koefisien korelasi. Hal ini dapat
digambarkan seperti Gambar 2.1 berikut:

2. Konsistensi Internal
Pandangan reliabilitas sebagi
konsistensi internal adalalah suatu instrumen dikatakan reliabel apabila hasil
pengukuran pada butir-butir secara internal hasilnya stabil dan konsisten. Anggapan
bahwa setiap butir bersifat homogen serta mengukur hal yang sama maka hasil
ukur butir-butir seharusnya konsisten. Pengujian reliabilitas dengan
konsistensi internal dilakukan tanpa mengembangkan instrumen alternatif
(ekuivalen) dan tanpa memberikan tes dua kali pada responden yang sama
(Gregory, 2015). Dalam metode ini, peneliti berusaha menentukan apakah
instrumen cenderung menunjukkan korelasi yang konsisten.
Menurut Basuki (2014) metode
pengujian reliabilitas instrumen dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan
banyaknya butir soal yaitu 1) jumlah butir genap, dan 2) jumlah butir ganjil. Jika
jumlah butir genap, metode pengujian reliabilitas dengan metode belah dua (split
half method) pada butir soal dengan jumlah yang sama banyak. Pembagian
butir dapat dilakukan menggunakan nomor butir ganjil-genap atau nomor butir
awal-akhir. Metode pengujian dapat dilakukan dengan teknik dari Spearman Brown,
Flanagan dan Rulon. Jika jumlah butir soalnya ganjil maka tidak bisa di belah
menjadi dua bagian. Oleh karena itu, digunakan teknik Kuder Richardson, Anova
Hoyt atau Alfa Cronbach.
1. Rumus
Spearman Brown
Koefisian reliabilitas dengan rumus
Spearman Brown dapat dihitung dengan rumus:

dimana
ri = reliabilitas internal seluruh
instrumen
rb = korelasi product moment antara
belahan pertama dan kedua
2.
Rumus Flanagan
Koefisian reliabilitas dengan rumus Flanagan dapat dihitung dengan rumus:
ri = koefisien reliabilitas
S12 = varians skor butir belahan
pertama
S22 = varians skor butir belahan
kedua
St2 = varians skor butir total
3.
Rumus Rulon
Koefisian reliabilitas dengan rumus Rulon
dapat dihitung dengan rumus:
dimana
ri = koefisien reliabilitas
Sd2 = varians skor beda
St2 = varians skor butir total
4.
Rumus KR-20
Koefisian reliabilitas dapat ditentukan melalui pendekatan Kuder Richardson-20 dengan rumus:
dimana
ri = koefisien reliabilitas
k = jumlah item dalam instrumen
pi = proporsi subyek yang menjawap pada
item i
qi = 1 – pi
St2 = varians total
5.
Rumus KR-21
Koefisian reliabilitas dapat ditentukan
melalui pendekatan Kuder Richardson-21 dengan rumus:
dimanari=
koefisien reliabilitas
k=
jumlah item dalam instrumen
M=
jumlah skor total
6.
Rumus Analisis Varians Hoyt (Anova Hoyt)
Koefisian reliabilitas dapat ditentukan
melalui pendekatan Kuder Richardson-21 dengan rumus:
dimana
ri = koefisien reliabilitas
Mks = mean kuadrat antara subyek
Mke = mean kuadrat kesalahan
7.
Rumus Alfa Cronbach (Koefisien Alfa)
Koefisian reliabilitas dapat ditentukan
melalui teknik Alfa Cronbach untuk jenis data interval/essay:
dimana
rα = koefisien alfa
N = jumlah item dalam instrumen
Σσj2 = jumlah varians butir ke-j
σ2 = varians total
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUJIAN RELIABILITAS
Pertimbangan terhadap faktor yang
mempengaruhi reliabilitas tidak hanya membantu menginterpretasi lebih bijak
koefisien reliabilitas dari standar tes tetapi juga membantu dalam membangun
kelas yang lebih reliabel. Menurut Koul (2016) reliabilitas tes dipengaruhi
oleh beberapa faktor yang dijelaskan sebagai berikut:
1. 1.Jumlah
tes dalam instrumen
Semakin banyak jumlah tes dalam instrumen
maka semakin tinggi reliabilitasnya begitu pula sebaliknya. Tes yang banyak
cenderung mengurangi pengaruh faktor kebetulan seperti menebak jawaban.
2.
Konstruksi tes
Jenis tes, tingkat kesulitan, objektivitas
penilaian, dan tanggapan alternatif adalah faktor-faktor yang mempengaruhi
reliabilitas
3.
Sifat responden.
Reliabilitas tes akan lebih besar jika tes
diberikan kepada responden yang heterogen. Semakin banyak variabilitas, semakin
tinggi koefisien reliabilitasnya.
4.
Kondisi pengujian
Jika kondisi pengujian tidak sama di semua
tempat, maka akan diperoleh perbedaan skor. Kualitas tes dan faktor lingkungan
di sekitar peserta tes mempengaruhi reliabilitas tes.
5.
Kebetulan dan kesalahan saat menebak
Menebak membuka jalan untuk meningkatkan
kesalahan varians dan mengurangi reliabilitas. Jika ada lebih banyak kesempatan
untuk menebak dalam tes, tes akan menghasilkan hasil reliabilitas yang rendah.
6.
Instruksi tes
Jika instruksi tes terlalu rumit dan
sulit dipahami, maka akan diperoleh skor yang kurang konsisten. Jika responden
tidak memahami instruksi dengann benar, cara meresponnya akan salah dan akan
berpengaruh pada reliabilitas tes.
7.
Tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit
Tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit gagal membedakan siswa yang baik dan siswa yang buruk dalam menjawab tes yang mana mempengaruhi reliabilitas tes.
D. PENGUJIAN RELIABILITAS DENGAN SPSS
SPSS (Statistical Package for the
Social Sciences) merupakan sebuah program komputer (software) yang
dapat digunakan untuk analisis statistika. SPSS digunakan untuk analisis data
yang popular digunakan diuniversitas, perusahaan, dan instansi. Berikut ini
akan disajikan contoh penggunaan SPSS beserta langkah-langkahnya untuk menguji
reliabilitas suatu instrumen. Data yang digunakan adalah skor hasil uji coba
instrumen tes keterampilan berpikir gaya dan gerak mahasiswa yang terdiri dari 9
butir soal dan diujikan pada 64 responden.
Tabel 2.2 Data Hasil Uji Coba Instrumen
|
Sampel |
Butir Soal |
Total |
||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
||
|
1 |
2 |
3 |
2 |
2 |
4 |
3 |
2 |
2 |
3 |
23 |
|
2 |
4 |
4 |
3 |
5 |
5 |
4 |
2 |
2 |
3 |
32 |
|
3 |
1 |
4 |
2 |
4 |
3 |
2 |
5 |
2 |
2 |
25 |
|
4 |
4 |
4 |
2 |
5 |
2 |
3 |
4 |
3 |
3 |
30 |
|
5 |
4 |
4 |
2 |
4 |
4 |
1 |
1 |
2 |
3 |
25 |
|
6 |
4 |
3 |
2 |
4 |
2 |
1 |
1 |
2 |
3 |
22 |
|
7 |
3 |
3 |
2 |
5 |
2 |
2 |
2 |
1 |
3 |
23 |
|
8 |
2 |
3 |
2 |
4 |
3 |
1 |
5 |
2 |
4 |
26 |
|
9 |
5 |
4 |
3 |
3 |
2 |
2 |
5 |
5 |
4 |
33 |
|
10 |
5 |
5 |
1 |
5 |
1 |
5 |
3 |
4 |
3 |
32 |
|
11 |
4 |
4 |
3 |
5 |
3 |
1 |
2 |
2 |
4 |
28 |
|
12 |
5 |
4 |
3 |
5 |
3 |
5 |
5 |
3 |
5 |
38 |
|
13 |
4 |
4 |
3 |
4 |
4 |
2 |
3 |
1 |
5 |
30 |
|
14 |
3 |
3 |
2 |
1 |
2 |
1 |
1 |
5 |
2 |
20 |
|
15 |
4 |
3 |
3 |
2 |
1 |
2 |
1 |
3 |
5 |
24 |
|
16 |
2 |
3 |
2 |
3 |
1 |
2 |
1 |
1 |
3 |
18 |
|
17 |
3 |
4 |
1 |
3 |
2 |
2 |
3 |
2 |
5 |
25 |
|
18 |
4 |
3 |
2 |
4 |
3 |
2 |
3 |
2 |
3 |
26 |
|
19 |
3 |
4 |
2 |
4 |
2 |
3 |
2 |
2 |
5 |
27 |
|
20 |
2 |
3 |
2 |
3 |
4 |
3 |
2 |
2 |
5 |
26 |
|
21 |
3 |
3 |
2 |
4 |
1 |
5 |
2 |
1 |
3 |
24 |
|
22 |
2 |
3 |
1 |
1 |
1 |
2 |
2 |
2 |
2 |
16 |
|
23 |
1 |
3 |
1 |
2 |
1 |
1 |
1 |
1 |
2 |
13 |
|
24 |
3 |
3 |
1 |
3 |
3 |
1 |
2 |
1 |
3 |
20 |
|
25 |
2 |
3 |
3 |
4 |
1 |
1 |
2 |
4 |
5 |
25 |
|
26 |
4 |
3 |
2 |
4 |
1 |
1 |
2 |
1 |
3 |
21 |
|
27 |
3 |
3 |
1 |
4 |
3 |
3 |
2 |
2 |
3 |
24 |
|
28 |
3 |
3 |
1 |
1 |
1 |
1 |
2 |
2 |
2 |
16 |
|
29 |
2 |
2 |
1 |
2 |
3 |
2 |
2 |
2 |
2 |
18 |
|
30 |
5 |
5 |
1 |
5 |
4 |
5 |
1 |
2 |
5 |
33 |
|
31 |
5 |
3 |
5 |
3 |
1 |
5 |
5 |
5 |
5 |
37 |
|
32 |
3 |
4 |
2 |
4 |
4 |
2 |
2 |
5 |
3 |
29 |
|
33 |
2 |
4 |
3 |
3 |
3 |
3 |
1 |
3 |
3 |
25 |
|
34 |
2 |
4 |
3 |
4 |
3 |
3 |
1 |
2 |
3 |
25 |
|
35 |
4 |
4 |
2 |
4 |
2 |
1 |
2 |
1 |
3 |
23 |
|
36 |
4 |
4 |
2 |
4 |
1 |
3 |
5 |
5 |
5 |
33 |
|
37 |
4 |
3 |
2 |
4 |
1 |
4 |
1 |
1 |
3 |
23 |
|
38 |
3 |
2 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
2 |
4 |
20 |
|
39 |
2 |
4 |
2 |
2 |
1 |
2 |
2 |
2 |
3 |
20 |
|
40 |
4 |
3 |
3 |
3 |
1 |
2 |
1 |
2 |
3 |
22 |
|
41 |
2 |
4 |
3 |
4 |
4 |
5 |
2 |
2 |
1 |
27 |
|
42 |
2 |
3 |
2 |
4 |
4 |
2 |
2 |
2 |
5 |
26 |
|
43 |
1 |
3 |
4 |
4 |
1 |
1 |
5 |
2 |
4 |
25 |
|
44 |
2 |
3 |
2 |
1 |
3 |
3 |
3 |
1 |
3 |
21 |
|
45 |
4 |
3 |
3 |
4 |
1 |
5 |
3 |
3 |
4 |
30 |
|
46 |
2 |
4 |
2 |
4 |
4 |
2 |
3 |
1 |
4 |
26 |
|
47 |
2 |
3 |
2 |
4 |
1 |
2 |
5 |
1 |
3 |
23 |
|
48 |
3 |
5 |
2 |
5 |
3 |
1 |
1 |
1 |
4 |
25 |
|
49 |
2 |
3 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
2 |
13 |
|
50 |
4 |
4 |
5 |
3 |
4 |
3 |
5 |
2 |
5 |
35 |
|
51 |
4 |
3 |
4 |
4 |
1 |
2 |
4 |
4 |
3 |
29 |
|
52 |
4 |
3 |
2 |
4 |
2 |
2 |
1 |
1 |
3 |
22 |
|
53 |
2 |
3 |
1 |
1 |
1 |
2 |
2 |
2 |
3 |
17 |
|
54 |
1 |
3 |
2 |
3 |
1 |
2 |
3 |
1 |
3 |
19 |
|
55 |
3 |
3 |
2 |
3 |
3 |
3 |
1 |
1 |
2 |
21 |
|
56 |
4 |
3 |
1 |
3 |
4 |
4 |
1 |
2 |
3 |
25 |
|
57 |
1 |
3 |
1 |
1 |
1 |
1 |
3 |
2 |
3 |
16 |
|
58 |
4 |
4 |
2 |
4 |
3 |
3 |
2 |
2 |
3 |
27 |
|
59 |
2 |
3 |
2 |
2 |
3 |
3 |
1 |
2 |
2 |
20 |
|
60 |
4 |
4 |
2 |
4 |
1 |
2 |
3 |
1 |
5 |
26 |
|
61 |
2 |
3 |
2 |
4 |
1 |
2 |
2 |
1 |
4 |
21 |
|
62 |
3 |
2 |
2 |
1 |
1 |
2 |
2 |
1 |
2 |
16 |
|
63 |
4 |
3 |
1 |
1 |
1 |
2 |
1 |
2 |
4 |
19 |
|
64 |
3 |
4 |
1 |
1 |
3 |
3 |
1 |
2 |
2 |
20 |
Adapun
langkah-langkah pengujian reliailitas instrumen menggunakan aplikasi SPSS
adalah sebagai berikut:
1.Membuka
lembar kerja baru dalam SPSS.
Gambar 2.2 Langkah 1 Uji Reliabilitas Instrumen dengan
SPSS
2.Klik
Variable View pada SPSS data editor, lalu pada bagian Name ganti
menjadi item_1 sampai item_9, selanjutnya pada bagian Decimals ganti
menjadi 0, dan pada Measure ganti menjadi Scale. Pada bagian ini sesuaikan
dengan kebutuhan pengujian.
Gambar
2.3 Langkah 2 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS
3.Menganalisis data dengan memilih Analyze → Scale → Reliability Analysis seperti pada gambar berikut
Gambar 2.4 Langkah 3 Uji Reliabilitas Instrumen dengan
SPSS
4.
Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti berikut. Pindahkan seluruh
variable yang valid ke kotak Items. Kemudian pilih model analisis yang
ingin digunakan (Misalnya Alpha)
Gambar 2.5 Langkah 4 Uji Reliabilitas Instrumen dengan
SPSS
5.
Kemudian klik Statistics lalu centang Scale if item deleted
lalu Continue pada kotak dialog.
Gambar 2.6 Langkah 5 Uji Reliabilitas Instrumen dengan
SPSS
Kemudian
klik OK, maka akan muncul hasil analisis seperti berikut:

Gambar 2.8 Hasil Analisis Statistik Keseluruhan Butir
Soal
Berdasarkan Gambar 2.8 diperoleh
nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.704 yang artinya instrumen tersebut reliabel
untuk digunakan dalam penelitian karena α > 0.599.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan
beberapa hal diantaranya:
1.
Reliabilitas adalah mengacu pada konsistensi pengukuran, yaitu seberapa stabil
skor tes atau hasil penilaian lainnya dari satu pengukuran ke pengukuran
lainnya. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila dipakai beberapa
kali untuk mengukur obyek yang sama maka hasil yang diperoleh stabil dan
konsisten.
2.
Pengujian reliabilitas terdiri dari dua yaitu pengujian eksternal (test-retest,
equivalent/parallel-form, gabungan dari keduanya) dan pengujian
internal (Spearman-Brown, Flanagan, Rulon, KR-20, KR-21, Anova Hoyt, dan
Cronbach Alpha).
3.
Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas tes yaitu: jumlah banyaknya tes,
konstruksi tes, sifat responden, kondisi pengujian, kebetulan dan kesalahan
saat menebak, instruksi tes, dan tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit.
4.
Pengujian reliabilitas dengan menggunakan SPSS tidak memerlukan terlalu banyak langkah
yang rumit. Aplikasi SPSS ini memudahkan penggunanya untuk melakukan berbagai
analisis statistik, termasuk uji reliabilitas.
B.
SARAN
Sebelum
melakukan penelitian, peneliti perlu menguji reliabilitas dari instrumen yang
hendak digunakan agar diperoleh data yang akurat dan tepat sehingga bisa dipertanggungjawabkan
kebenarannya. Peneliti juga harus memahami dengan baik pemilihan jenis
pengujian reliabilitas yang sesuai dengan kebutuhan penelitiannya.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki,
W. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka
Creswell,
J. W. 2012. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating
Quantitative
and Qualitative Research Fourth Edition. Boston: Pearson
Gregory,
R. J. 2015. Psychological Testing: History, Principles, and Applications
Seventh
Edition.
Inggris:
Pearson Education Limited
Koul,
L. 2016. Measurement and Evaluation in Education. New Delhi: Vikas
Publishing
House.
Sugiyono.
2018. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D.
Bandung:
Alfabeta





Tidak ada komentar:
Posting Komentar