Selasa, 14 September 2021

UJI RELIABILITAS

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

                Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah guna menelaah suatu masalah secara sistematis agar dapat menyelesaikan permasalah tersebut. Sebagai suatu kegiatan yang sistematis, maka penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang lazim disebut metode penelitian, yakni suatu cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu yang harus rasional, empiris, dan sistematis. Prinsip penelitian adalah melakukan pengukuran, sehingga perlu alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian.

Instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk mengukur variabel. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya.

Validitas adalah derajat ketepatan suatu alat ukur (instrumen) untuk mengukur apa yang semestinya diukur. Sedangkan reliabilitas mengacu pada konsistensi pengukuran, yaitu seberapa stabil skor tes atau hasil penilaian lainnya dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data (mengukur) itu valid. Suatu instrumen yang reliabel artinya instrumen yang jika digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang konsisten dan stabil. Dengan menggunakan suatu instrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan valid dan reliabel.

Instrumen yang reliabel belum tentu valid. Reliabilitas instrumen adalah syarat untuk pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu, meskipun suatu instrumen yang valid biasanya reliabel namun peneliti tetap perlu melakukan pengujian reliabilitas. Pada makalah ini, bahasan yang difokuskan adalah penjelasan tentang uji reliabilitas instrumen.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:

1. Apa yang dimaksud dengan reliabilitas instrumen penelitian?

2. Apa saja jenis-jenis reliabilitas dalam pengujian reliabilitas instrumen?

3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi besar koefisien reliabilitas?

4. Bagaimana langkah-langkah pengujian reliabilitas dengan menggunakan aplikasi SPSS?

C. TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan pengertian reliabilitas instrumen penelitian.

2. Menjelaskan jenis-jenis reliabilitas dalam pengujian reliabilitas instrumen

3. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar koefisien reliabilitas.

4. Menjelaskan langkah-langkah pengujian reliabilitas dengan menggunakan aplikasi SPSS.


BAB II
PEMBAHASAN

A. REALIBILITAS

1. Pengertian Reliabilitas

Reliabilitas merujuk pada ketepatan pengukuran. Creswell (2012) menyatakan reliabilitas artinya skor dari suatu instrumen harus stabil dan konsisten. Sedangkan menurut Sugiyono (2018), suatu instrumen dikatakan reliabel jika instrumen yang bila digunakan beberapa kali di waktu yang berbeda untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan skor yang sama. Oleh karena itu, uji reliabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur konsistensi suatu alat ukur, agar dapat mengetahui sejauh mana alat ukur tersebut dapat diandalkan dan dapat menghasilkan data yang konsisten bila digunakan berulang. Reliabilitas merupakan syarat yang perlu tetapi tidak memadai untuk menentukan validitas instrumen. Instrumen yang valid umumnya pasti reliabel, namun instrumen yang reliabel belum tentu validitasnya (Sugiyono, 2018).

Reliabilitas terkait pula dengan kesalahan pengukuran. Reliabilitas tinggi menunjukkan kesalahan yang kecil dalam memeroleh hasil pengukuran. Semakin besar reabilitas suatu instrumen, maka semakin kecil kesalahan pengukuran, sebaliknya semakin kecil reliabilitas skor, akan semakin besar hasil kesalahan pengukurannya.

2. Koefisien Reliabilitas

            Secara umum, tinggi rendahnya reliabilitas dinyatakan dalam suatu nilai yang disebut koefisien reliabilitas. Reliabilitas I suatu tes pada umumnya diungkapkan secara numerik dalam bentuk koefisien yang besarnya -1,00 £ r £ +1,00. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tes tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu skor rendah maka reliabilitas tes rendah. Jika suatu reliabilitas sempurna, berarti koefisien reliabilitas tersebut +1,00. Harapannya, koefisien reliabilitas bersifat positif. Adapun angka interpretasi koefisien reliabilitas menurut Sugiyono (2018) dapat dilihat pada Tabel 2.1.

                                        Tabel 2.1 Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,80 – 1,000

Sangat Tinggi

0,60 – 0,799

Tinggi

0,40 – 0,599

Sedang

0,20 – 0,399

Rendah

0,00 – 0,199

Sangat Rendah

B. JENIS-JENIS PENGUJIAN RELIABILITAS

Sugiyono (2018) menyatakan pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan dua cara baik pengujian eksternal maupun pengujian internal. Secara eksternal pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan test-retest (stability), ekuivalen, dan gabungan kedunya. Sedangkan secara internal, pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan analisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.

1. Pengujian Eksternal

a. Test-Retest

Test-retest adalah pengujian reliabilitas yang diperoleh melalui pemberian tes yang sama dua kali selama periode waktu tetentu kepada sekelompok individu. Dalam hal ini instrumennya sama, responden sama, tetapi waktu berbeda. Skor hasil uji pertama dan hasil uji kedua dapat dikorelasikan untuk mengevaluasi uji stabilitas. Bila koefisien  korelasi positif dan signifikan maka instrumen telah dinyatakan reliabel. Misalnya sebuah tes dirancang untuk menilai hasil belajar kognitif peserta didik dalam materi fluida, tes tersbut dapat diberikan sebanyak dua kali. Tes yang kedua dilakukan seminggu setelah tes yang pertama dilakukan. Koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan stabilitas tes. Bila koefisiennya positif dan signifikan maka instrumen reliabel.

b. Ekuivalen / Parallel forms / Alternate forms

Ekuivalen adalah pengujian reliabilitas yang diperoleh melalui pemberian instrumen tes yang isi pertanyaan secara kata-kata berbeda namun memiliki maksud yang sama. Jadi dalam hal ini ada dua soal yang paralel, artinya masing-masing soal disusun tersendiri, tingkat kesukaran sama, jumlah butir soal sama, isi dan bentuk sama, waktu serta petunjuk menyelesaikan soal juga sama. Pengujian reliabilitas dengan car aini hanya dilakukan sekali dengan responden sama, waktu sama namun instrumen yang berbeda. Koefisien reliabilitasnya diperoleh dengan mengkorelasikan kedua hasil pengukuran tersebut.

c. Gabungan

            Pengujian reliabilitas dengan cara ini dilakukan dengan menggunakan gabungan kedua cara di atas. Artinya dua instrumen yang ekuivalen diberikan beberapa kali ke responden yang sama. Reliabilitas instrumen dilakukan dengan mengkorelasikan kedua instrumen, lalu dikorelasikan pada pengujian kedua, dan selanjutnya dikorelasikan secara silang. Hasilnya akan diperoleh enam buah koefisien korelasi. Hal ini dapat digambarkan seperti Gambar 2.1 berikut:

                                          

Gambar 2.1 Pengujian Reliabilitas Gabungan


2. Konsistensi Internal

            Pandangan reliabilitas sebagi konsistensi internal adalalah suatu instrumen dikatakan reliabel apabila hasil pengukuran pada butir-butir secara internal hasilnya stabil dan konsisten. Anggapan bahwa setiap butir bersifat homogen serta mengukur hal yang sama maka hasil ukur butir-butir seharusnya konsisten. Pengujian reliabilitas dengan konsistensi internal dilakukan tanpa mengembangkan instrumen alternatif (ekuivalen) dan tanpa memberikan tes dua kali pada responden yang sama (Gregory, 2015). Dalam metode ini, peneliti berusaha menentukan apakah instrumen cenderung menunjukkan korelasi yang konsisten.

            Menurut Basuki (2014) metode pengujian reliabilitas instrumen dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan banyaknya butir soal yaitu 1) jumlah butir genap, dan 2) jumlah butir ganjil. Jika jumlah butir genap, metode pengujian reliabilitas dengan metode belah dua (split half method) pada butir soal dengan jumlah yang sama banyak. Pembagian butir dapat dilakukan menggunakan nomor butir ganjil-genap atau nomor butir awal-akhir. Metode pengujian dapat dilakukan dengan teknik dari Spearman Brown, Flanagan dan Rulon. Jika jumlah butir soalnya ganjil maka tidak bisa di belah menjadi dua bagian. Oleh karena itu, digunakan teknik Kuder Richardson, Anova Hoyt atau Alfa Cronbach.

1.      Rumus Spearman Brown

            Koefisian reliabilitas dengan rumus Spearman Brown dapat dihitung dengan rumus:

                                                                                                                    

dimana

ri          = reliabilitas internal seluruh instrumen

rb         = korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua

2. Rumus Flanagan

Koefisian reliabilitas dengan rumus Flanagan dapat dihitung dengan rumus:

                                                            
dimana

ri             = koefisien reliabilitas

S12         = varians skor butir belahan pertama

S22         = varians skor butir belahan kedua

St2          = varians skor butir total

3. Rumus Rulon

Koefisian reliabilitas dengan rumus Rulon dapat dihitung dengan rumus:

                                                                                                                     

dimana

ri          = koefisien reliabilitas

Sd2       = varians skor beda

St2        = varians skor butir total

4. Rumus KR-20

Koefisian reliabilitas dapat ditentukan melalui pendekatan Kuder Richardson-20 dengan rumus:

                                                                                                              

dimana

ri          = koefisien reliabilitas

k          = jumlah item dalam instrumen

pi         = proporsi subyek yang menjawap pada item i

qi         = 1 – pi

St2        = varians total

5. Rumus KR-21

Koefisian reliabilitas dapat ditentukan melalui pendekatan Kuder Richardson-21 dengan rumus:

                                                                                      dimana

ri= koefisien reliabilitas

k= jumlah item dalam instrumen

M= jumlah skor total

St2= varians total                       

6. Rumus Analisis Varians Hoyt (Anova Hoyt)

Koefisian reliabilitas dapat ditentukan melalui pendekatan Kuder Richardson-21 dengan rumus:

                                                                                                                      

dimana

ri          = koefisien reliabilitas

Mks     = mean kuadrat antara subyek

Mke     = mean kuadrat kesalahan

7. Rumus Alfa Cronbach (Koefisien Alfa)

Koefisian reliabilitas dapat ditentukan melalui teknik Alfa Cronbach untuk jenis data interval/essay:

                                                                                                                    

dimana

rα            = koefisien alfa

N         = jumlah item dalam instrumen

Σσj2       = jumlah varians butir ke-j

σ2           = varians total

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUJIAN RELIABILITAS

Pertimbangan terhadap faktor yang mempengaruhi reliabilitas tidak hanya membantu menginterpretasi lebih bijak koefisien reliabilitas dari standar tes tetapi juga membantu dalam membangun kelas yang lebih reliabel. Menurut Koul (2016) reliabilitas tes dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dijelaskan sebagai berikut:

1.      1.Jumlah tes dalam instrumen

Semakin banyak jumlah tes dalam instrumen maka semakin tinggi reliabilitasnya begitu pula sebaliknya. Tes yang banyak cenderung mengurangi pengaruh faktor kebetulan seperti menebak jawaban.

2. Konstruksi tes

Jenis tes, tingkat kesulitan, objektivitas penilaian, dan tanggapan alternatif adalah faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas

3. Sifat responden.

Reliabilitas tes akan lebih besar jika tes diberikan kepada responden yang heterogen. Semakin banyak variabilitas, semakin tinggi koefisien reliabilitasnya.

4. Kondisi pengujian

Jika kondisi pengujian tidak sama di semua tempat, maka akan diperoleh perbedaan skor. Kualitas tes dan faktor lingkungan di sekitar peserta tes mempengaruhi reliabilitas tes.

5. Kebetulan dan kesalahan saat menebak

Menebak membuka jalan untuk meningkatkan kesalahan varians dan mengurangi reliabilitas. Jika ada lebih banyak kesempatan untuk menebak dalam tes, tes akan menghasilkan hasil reliabilitas yang rendah.

6. Instruksi tes

            Jika instruksi tes terlalu rumit dan sulit dipahami, maka akan diperoleh skor yang kurang konsisten. Jika responden tidak memahami instruksi dengann benar, cara meresponnya akan salah dan akan berpengaruh pada reliabilitas tes.

7. Tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit

            Tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit gagal membedakan siswa yang baik dan siswa yang buruk dalam menjawab tes yang mana mempengaruhi reliabilitas tes.

D. PENGUJIAN RELIABILITAS DENGAN SPSS

            SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) merupakan sebuah program komputer (software) yang dapat digunakan untuk analisis statistika. SPSS digunakan untuk analisis data yang popular digunakan diuniversitas, perusahaan, dan instansi. Berikut ini akan disajikan contoh penggunaan SPSS beserta langkah-langkahnya untuk menguji reliabilitas suatu instrumen. Data yang digunakan adalah skor hasil uji coba instrumen tes keterampilan berpikir gaya dan gerak mahasiswa yang terdiri dari 9 butir soal dan diujikan pada 64 responden.

Tabel 2.2 Data Hasil Uji Coba Instrumen 

Sampel

Butir Soal

Total

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

2

3

2

2

4

3

2

2

3

23

2

4

4

3

5

5

4

2

2

3

32

3

1

4

2

4

3

2

5

2

2

25

4

4

4

2

5

2

3

4

3

3

30

5

4

4

2

4

4

1

1

2

3

25

6

4

3

2

4

2

1

1

2

3

22

7

3

3

2

5

2

2

2

1

3

23

8

2

3

2

4

3

1

5

2

4

26

9

5

4

3

3

2

2

5

5

4

33

10

5

5

1

5

1

5

3

4

3

32

11

4

4

3

5

3

1

2

2

4

28

12

5

4

3

5

3

5

5

3

5

38

13

4

4

3

4

4

2

3

1

5

30

14

3

3

2

1

2

1

1

5

2

20

15

4

3

3

2

1

2

1

3

5

24

16

2

3

2

3

1

2

1

1

3

18

17

3

4

1

3

2

2

3

2

5

25

18

4

3

2

4

3

2

3

2

3

26

19

3

4

2

4

2

3

2

2

5

27

20

2

3

2

3

4

3

2

2

5

26

21

3

3

2

4

1

5

2

1

3

24

22

2

3

1

1

1

2

2

2

2

16

23

1

3

1

2

1

1

1

1

2

13

24

3

3

1

3

3

1

2

1

3

20

25

2

3

3

4

1

1

2

4

5

25

26

4

3

2

4

1

1

2

1

3

21

27

3

3

1

4

3

3

2

2

3

24

28

3

3

1

1

1

1

2

2

2

16

29

2

2

1

2

3

2

2

2

2

18

30

5

5

1

5

4

5

1

2

5

33

31

5

3

5

3

1

5

5

5

5

37

32

3

4

2

4

4

2

2

5

3

29

33

2

4

3

3

3

3

1

3

3

25

34

2

4

3

4

3

3

1

2

3

25

35

4

4

2

4

2

1

2

1

3

23

36

4

4

2

4

1

3

5

5

5

33

37

4

3

2

4

1

4

1

1

3

23

38

3

2

2

1

3

2

1

2

4

20

39

2

4

2

2

1

2

2

2

3

20

40

4

3

3

3

1

2

1

2

3

22

41

2

4

3

4

4

5

2

2

1

27

42

2

3

2

4

4

2

2

2

5

26

43

1

3

4

4

1

1

5

2

4

25

44

2

3

2

1

3

3

3

1

3

21

45

4

3

3

4

1

5

3

3

4

30

46

2

4

2

4

4

2

3

1

4

26

47

2

3

2

4

1

2

5

1

3

23

48

3

5

2

5

3

1

1

1

4

25

49

2

3

1

1

1

1

1

1

2

13

50

4

4

5

3

4

3

5

2

5

35

51

4

3

4

4

1

2

4

4

3

29

52

4

3

2

4

2

2

1

1

3

22

53

2

3

1

1

1

2

2

2

3

17

54

1

3

2

3

1

2

3

1

3

19

55

3

3

2

3

3

3

1

1

2

21

56

4

3

1

3

4

4

1

2

3

25

57

1

3

1

1

1

1

3

2

3

16

58

4

4

2

4

3

3

2

2

3

27

59

2

3

2

2

3

3

1

2

2

20

60

4

4

2

4

1

2

3

1

5

26

61

2

3

2

4

1

2

2

1

4

21

62

3

2

2

1

1

2

2

1

2

16

63

4

3

1

1

1

2

1

2

4

19

64

3

4

1

1

3

3

1

2

2

20

Adapun langkah-langkah pengujian reliailitas instrumen menggunakan aplikasi SPSS adalah sebagai berikut:

1.Membuka lembar kerja baru dalam SPSS. 


Gambar 2.2 Langkah 1 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS

2.Klik Variable View pada SPSS data editor, lalu pada bagian Name ganti menjadi item_1 sampai item_9, selanjutnya pada bagian Decimals ganti menjadi 0, dan pada Measure ganti menjadi Scale. Pada bagian ini sesuaikan dengan kebutuhan pengujian.


Gambar 2.3 Langkah 2 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS

3.Menganalisis data dengan memilih AnalyzeScaleReliability Analysis seperti pada gambar berikut


Gambar 2.4 Langkah 3 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS

4. Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti berikut. Pindahkan seluruh variable yang valid ke kotak Items. Kemudian pilih model analisis yang ingin digunakan (Misalnya  Alpha)

Gambar 2.5 Langkah 4 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS

5. Kemudian klik Statistics lalu centang Scale if item deleted lalu Continue pada kotak dialog.


Gambar 2.6 Langkah 5 Uji Reliabilitas Instrumen dengan SPSS

Kemudian klik OK, maka akan muncul hasil analisis seperti berikut:

                                Gambar 2.7 Hasil Analisis Statistik Reliabilitas Instrumen

          

Gambar 2.8 Hasil Analisis Statistik Keseluruhan Butir Soal

            Berdasarkan Gambar 2.8 diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.704 yang artinya instrumen tersebut reliabel untuk digunakan dalam penelitian karena α > 0.599.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya:

1. Reliabilitas adalah mengacu pada konsistensi pengukuran, yaitu seberapa stabil skor tes atau hasil penilaian lainnya dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila dipakai beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama maka hasil yang diperoleh stabil dan konsisten.

2. Pengujian reliabilitas terdiri dari dua yaitu pengujian eksternal (test-retest, equivalent/parallel-form, gabungan dari keduanya) dan pengujian internal (Spearman-Brown, Flanagan, Rulon, KR-20, KR-21, Anova Hoyt, dan Cronbach Alpha).

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas tes yaitu: jumlah banyaknya tes, konstruksi tes, sifat responden, kondisi pengujian, kebetulan dan kesalahan saat menebak, instruksi tes, dan tes yang terlalu mudah atau terlalu sulit.

4. Pengujian reliabilitas dengan menggunakan SPSS tidak memerlukan terlalu banyak langkah yang rumit. Aplikasi SPSS ini memudahkan penggunanya untuk melakukan berbagai analisis statistik, termasuk uji reliabilitas.

B. SARAN

                Sebelum melakukan penelitian, peneliti perlu menguji reliabilitas dari instrumen yang hendak digunakan agar diperoleh data yang akurat dan tepat sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peneliti juga harus memahami dengan baik pemilihan jenis pengujian reliabilitas yang sesuai dengan kebutuhan penelitiannya.


DAFTAR PUSTAKA

Basuki, W. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

Creswell, J. W. 2012. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating

Quantitative and Qualitative Research Fourth Edition. Boston: Pearson

Gregory, R. J. 2015. Psychological Testing: History, Principles, and Applications Seventh

Edition. Inggris: Pearson Education Limited

Koul, L. 2016. Measurement and Evaluation in Education. New Delhi: Vikas Publishing

House.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOTULA PERTEMUAN DUA BELAS

  NOTULA PERTEMUAN DUA BELAS Matakuliah: PFISUM8105 – Statistik Inferensial Offering : B   Perkuliahan Pertemuan ke-12 Tanggal :...